Jumat, 02 Desember 2022

Al Hikam Pasal 276-278

 

Al-Hikam Pasal 276-278

KEISTIMEWAAN BERFIKIR

 

Pasal 276.

وقل رضى الله عنه مما كتب به لبعد اخوا نه اما بعد فان البداية مجلاة النهايات وان من كانت بالله بدايته كنت اليه نها يته

Artinya: "Berkata ibnu athoillah dalam surat yang di tulis untuk kawan-kawannya : amma ba'du : sesungguhnya bidayah (permulaan) itu bagaikan cermin yang memperlihatkan nihayah (puncak lahirnya). Dan siapa yang sejak mula (bidayahnya) bersandar kepada allah, maka pasti akhirnya (nihayahnya) akan sampai kepada allah."

 

Pasal 277.

 

 والمشتغل به هوالذى احببته وسارعت اليه والمشتغل عنه هوالمؤثرعليه

Artinya: “dan yang harus di kerjakan ialah amal ibada yang di sukai serta cekatan dalam melakukan untuk taqarrub kepada Allah, sedang yang harus diabaikan ialah hawa nafsu dan urusan dunia yang akan lenyap, yang sering-sering mempengaruhi.

 

karena itu harus mengutamakan yang kekal abadi, dan mengabaikan yang sementara dan pasti musnah lenyap. abdullah ishaq algafiqy berkata : pada suatu malam ketika saya berjalan ke masjidil haram (mekkah) bertemu seseorang yang sedang membersihkan tanah, maka saya kira ia gila atau miskin (kelaparan), lalu saya tegur : hai orang, untuk apa kau main-main tanah? jawabnya : apakah ini tanah? Sambil memberikan kepadaku segenggam, tiba-tiba itu tepung. Maka tergerak dalam hatiku ini seorang waliyullah, kemudian saya duduk mendekatinya sambil berkata kepadanya : Doakanlah saya, maka ia berdoa : Semoga Allah memberitahu kepadamu kebesaran apa yang kau minta itu, sehingga ringan bagimu meninggalkan segala kepentinga dunia yg fana ini.

 

Pasal 278.

 

وان من ايقن ان الله يطلبه صدق الطلب اليه ومن علم ان الاموربيدالله انجمع بالتوكل عليه.

Artinya: "Dan bahwasanya siapa yang yakin bahwa Allah menuntun dan menyuruh kepadanya melakukan ibadah, pasti ia bersungguh-sungguh menghadap kepada Allah, dan siapa yang mengetahui bahwa segala urusan itu di tangan Allah, maka pasti bulat tawakkal menyerah kepada Allah"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar