Al-Hikam Pasal 279-282
Pasal 279
وَاَنَّهُ لَابُدَّ لِبِنَاءِ هَذَا الْوُجُوْدِ اَنْ تَنْهَدِمَ دَعَائِمُهُ وَاَنْ تُسْلَبَ كَرَائِمُهُ.
Artinya: “Dan bahwasanya bangunan alam ini pasti rusak binasa sendi-sendinya, dan lenyap semua kesenangan barang berharganya.
Pasal 280
فِالْعَاقِلُ مَنْ كَانَ بِمَا هُوَ اَبْقَى اَفْرَحَ مِنْهُ بِمَا هُوَ اَفْنَى قَدْ اَشْرَقَ نُوْرُهُ وَظَهَرَتْ تَبَاشِيْرُهُ.
Artinya: “Maka
orang yang sempurna akal, ialah yang lebih suka (gemar) pada apa yang kekal
daripada yang rusak lenyap. Karena telah terang nur hatinya, dan tampak
tanda-tanda bukti nur itu pada seri mukanya.”
Sahl bin Abdullah berkata : Siapa yang senang pada sesuatu yang tidak layak
disenangi, maka ia telah mendatangkan kesusahan yang tidak ada habisnya.
Pasal 281
فَصَرَفَ عَنْ هَذِهِ الدَّارِ مُغْضِيًّا وَأَعْرَضَ عَنْهَا مُوْلِيًا فَلَمْ يَتَّخِذُهَا وَطَنَا وَلَا جَعَلَهَا سَكَنًا.
Artinya: “Maka ia memalingkan muka dari dunia ini, dan mengabaikan dengan memejamkan mata dan berjalan terus ( meletakannya dibelakangnya), maka tidak menganggapnya sebagai tanah air atau tempat tinggal.”
Pasal 282
بَلْ اَنْهَضَ الْهِمَّةِ فَيْهَا اِلَى اللهِ تَعَالَى وَسَارَ فِيْهَا مُسْتَعِيْنًابِهِ فِى الْقُدُوْمِ عَلَيْهِ.
Artinya: “Bahkan terus bangkit semangat ingin segera sampai kepada Allah dan terus berjalan menuju kepadaNya, sambil berharap pertolongan Allah untuk segera sampai kepada Allah.”
Abu Muhammad Al-Jariry berkata : Siapa yang menyangka bahwa ada suatu amal perbuatannya dapat menyampaikannya ke tujuan keinginannya baik tinggi atau rendah, maka ia telah sesat dari jalannya.
Sebab Nabi saw. bersabda : Tidak dapat menyelamatkan seorang itu amalnya sendiri.
Hanya semua itu tergantung pada karunia rahmat Allah semata-mata. Karena itu untuk mencapai segala hajat tujuan harus langsung kembali mengharap rahmat karunia Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar